Engagement Rate TikTok Turun? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Engagement rate (ER) TikTok yang turun merupakan salah satu hal yang perlu di perhatikan bagi seoarang KOL atua content creator karena mengingat algoritma TikTok yang berubah-ubah dan terus di perbarui setiap tahunnya.
Penurunan ini biasanya di tandai dengan sedikitnya likes, coment, dan shares yang menyebabkan jangkauan dari vidio yang dibuat ke For You Page menurun dan berkurang.
Untuk mendapatkan penjelasan lengkapnya berikut kami sajikan beberapa penyebab utama penurunan engagemnet rate dan cara mengatsinya berdasarkan tren TikTok terbaru.
Penyebab Engagement Rate TikTok Turun
1. Konten Tidak Relevan Lagi/Hook Lemah
Menggunakan gaya konten yang sama terus-menerus bisa membuat audiens bosan. Jika 3 detik pertama (hook) yang dibuat tidak menarik, maka penonton akan langsung swipe.
2. Algoritma TikTok Berubah
Pembaruan algoritma sering memprioritaskan konten yang memberikan nilai, seperti konten edukatif atau UGC (User Generated Content), dibanding konten yang terlalu terolesi (over-polished).
3. Kualitas Video Rendah:
Algoritma TikTok di 2026 semakin memprioritaskan video dengan kualitas yang tinggi. Video yang buram atau beresolusi rendah dapat membuat konten jarang direkomendasikan.
4. Frekuensi Posting Tidak Konsisten
Frekuensi posting yang tidak konsisten, baik terlalu sering maupun terlalu jarang, merusak kinerja algoritma dan menurunkan engagement. Algoritma TikTok memprioritaskan konsistensi untuk menentukan relevansi dan visibilitas konten, sehingga ketidakteraturan membuat akun berisiko kehilangan audiens dan dianggap tidak relevan.
5. Audiens Pasif/Bot
Banyak pengikut yang tidak aktif (bot) akan menurunkan rasio engagement secara keseluruhan. Algoritma TikTok memprioritaskan konten yang mendapatkan interaksi cepat setelah diunggah.
Jika konten Anda ditampilkan ke bot yang tidak berinteraksi, algoritma akan menganggap konten tersebut tidak menarik dan berhenti menyebarkannya ke pengikut asli (manusia).
Baca Juga : Engagement Rate Calculator TikTok: Hitung Performa Video Secara Instan
Cara Mengatasi Engagement Rate TikTok yang Turun
1. Refresh Konten & Hook (3 Detik Pertama)
Gunakan hook yang kuat mulai dengan pertanyaan, fakta mengejutkan, atau visual yang memancing penasaran di awal video.
Dan pastikan konten relevan dengan audiens saat ini. Tinjau kembali insight untuk melihat konten apa yang dulu performa tinggi dan coba buat ulang dengan format berbeda.
2. Optimalkan SEO TikTok (Search Engine Optimization)
TikTok berfungsi seperti mesin pencari. Gunakan kata kunci relevan di dalam video (on-screen text), voiceover, dan caption. Tidak hanya itu gunakan juga 2-4 hashtag yang spesifik, jangan terlalu generik.
3. Manfaatkan Tren Audio dan Efek
Menggunakan musik atau lagu yang sedang tren (trending sounds) dapat meningkatkan engagement hingga 20%, terutama bagi akun kecil.
Algoritma seperti TikTok dan Instagram Reels cenderung memprioritaskan konten yang menggunakan audio populer, sehingga memperbesar peluang video masuk ke halaman For You (FYP) atau Explore.
4. Interaksi Aktif dengan Audiens
Balas komentar dengan video atau komentar balik untuk memancing diskusi. Selain itu gunakan juga fitur interaktif seperti Polls & Kuis atau ajakan bertanya di caption.
5. Konsisten dan Perhatikan Waktu Posting
Posting secara konsisten, idealnya 3-5 kali seminggu pada jam yang sesuai (jam aktif audiens).
Berdasarkan data 2025-2026, secara umum audiens Indonesia aktif pada jam-jam berikut:
- Pagi Hari (07.00 – 09.00): Saat orang baru bangun atau dalam perjalanan bekerja (waktu terbaik untuk engagement pagi).
- Siang Hari (11.00 – 13.00): Jam makan siang saat orang beristirahat dan memeriksa ponsel.
- Sore/Malam Hari (18.00 – 21.00): Waktu santai setelah beraktivitas, yang menunjukkan tingkat interaksi tertinggi.
6. Coba Format Berbeda (Stitch & Duet)

Gunakan fitur Stitch atau Duet untuk berkolaborasi dengan konten kreator lain atau memberikan tanggapan terhadap video yang sedang viral.
7. Tingkatkan Kualitas Produksi
Pastikan pencahayaan (lighting) baik, suara jelas, dan video tidak pecah agar memuaskan audiens dan algoritma sehingga vidio kamu akan di promosikan ke lebih banyak pengguna karena dianggap memberikan nilai lebih bagi audiens (berpotensi masuk FYP/Trending).
8. Manfaatkan TikTok Stories
Gunakan fitur Stories untuk berinteraksi dengan pengikut setia (di luar konten FYP) seperti membagikan konten behind-the-scenes, cuplikan harian yang lebih santai, atau pembaruan cepat yang tidak perlu masuk ke feed utama.
9. Analisis Insight
Periksa data analitik untuk melihat konten mana yang memiliki retention rate tinggi, lalu buat lebih banyak konten yang sejenis.

Dengan menerapkan strategi ini, dapat membantu akun TikTok kamu kembali mendapatkan engagement serta jangkauan yang luas.
Dan pastikan kamu selalu memantau pertumbuhan akunmu dengan cek Engagement Rate secara akurat melalui kolivo.ai untuk membantu kamu mencapai performa konten yang lebih maksimal.