Influencer Tiering
Influencer Tiering adalah metode pengelompokan influencer berdasarkan ukuran audiens, pengaruh, dan potensi dampak terhadap kampanye pemasaran. Strategi ini membantu brand memilih influencer yang paling tepat untuk mencapai tujuan kampanye dan mengalokasikan anggaran secara efisien.
Dengan sistem tiering, influencer tidak hanya dinilai dari jumlah pengikut, tetapi juga engagement rate, relevansi dengan audiens, dan kredibilitas konten. Pengelompokan ini mempermudah brand membuat keputusan strategis untuk optimasi kampanye.
Tujuan Influencer Tiering
- Memilih influencer yang paling sesuai dengan kebutuhan kampanye
- Mengoptimalkan alokasi anggaran pemasaran
- Menjangkau berbagai segmen audiens dengan strategi yang lebih spesifik
- Memaksimalkan potensi ROI dari kerja sama influencer
Fungsi & Manfaat Influencer Tiering
- Membantu brand menentukan tipe influencer yang dibutuhkan
- Menyusun strategi pemasaran yang seimbang antara jangkauan dan engagement
- Mempermudah evaluasi potensi ROI per influencer
- Memastikan kampanye menjangkau audiens yang luas dan beragam
- Memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan strategi dengan budget dan target
Jenis Influencer Tiering
- Nano-Influencer (1K–10K followers)
Tinggi engagement, personal, cocok untuk kampanye autentik dan mendalam. - Micro-Influencer (10K–100K followers)
Otentik dan efektif untuk engagement di niche tertentu. - Macro-Influencer (100K–1M followers)
Jangkauan luas, efektif untuk brand besar, engagement cenderung lebih rendah dibanding micro-influencer. - Mega-Influencer (1M+ followers)
Biasanya selebritas, efektif untuk brand awareness massal, engagement relatif lebih rendah.
FAQ tentang Influencer Tiering
Q : Apa itu influencer tiering?
A : Influencer tiering adalah metode pengelompokan influencer berdasarkan ukuran audiens, pengaruh, dan potensi dampak kampanye.
Q : Mengapa influencer tiering penting dalam influencer marketing?
A : Dengan tiering, brand dapat memilih influencer yang tepat, mengalokasikan anggaran lebih efisien, dan menargetkan audiens secara lebih spesifik.
Q : Berapa jumlah tier influencer yang umum digunakan?
A : Umumnya ada empat tier: Nano, Micro, Macro, dan Mega, berdasarkan jumlah followers dan engagement.
Q : Apakah engagement lebih penting daripada jumlah followers?
A : Ya. Tiering memperhitungkan engagement, relevansi audiens, dan kredibilitas, bukan hanya jumlah pengikut.
Q : Bagaimana cara memanfaatkan influencer dari berbagai tier?
A : Kombinasikan influencer dari berbagai tier untuk menjangkau audiens yang luas, meningkatkan awareness, sekaligus menjaga interaksi yang personal.
Kamus lain
Istilah terkait
A
A/B Testing
A/B Testing adalah metode eksperimen yang membandingkan dua versi konten atau elemen versi A sebagai kontrol dan versi B sebagai variasi unt...
BacaA
Affiliate Creatives for Ads (ACA)
Affiliate Creatives for Ads (ACA) adalah fitur di TikTok Shop yang memungkinkan seller menggunakan video milik affiliator sebagai materi ikl...
BacaA
Affiliate Link
Affiliate link adalah tautan unik yang berisi kode pelacakan untuk menghubungkan klik atau transaksi ke affiliator. Melalui link ini, brand ...
Baca