Ghosting

Social Media AuditGhost Followers

Apa Itu Ghosting?

Ghosting adalah istilah yang merujuk pada tindakan seseorang yang tiba-tiba menghentikan komunikasi tanpa penjelasan. Awalnya populer dalam hubungan pribadi, kini ghosting juga sering terjadi dalam dunia profesional dan bisnis.

Dalam konteks kerja, ghosting bisa terjadi ketika klien, kandidat, perekrut, atau mitra bisnis berhenti merespons email, pesan, atau komunikasi lanjutan meskipun sebelumnya sudah ada kesepakatan atau proses yang berjalan. Situasi ini dapat menimbulkan ketidakpastian, kebingungan, hingga potensi kerugian.

Tujuan Ghosting

Alasan seseorang melakukan ghosting bisa berbeda-beda, antara lain:

  • Menghindari konflik atau percakapan yang tidak nyaman
  • Tidak ingin menyampaikan penolakan secara langsung
  • Perubahan prioritas atau keputusan bisnis
  • Ketidakpuasan terhadap layanan namun enggan memberi umpan balik
  • Sudah memilih pihak lain tanpa ingin menjelaskan alasan

Jenis-Jenis Ghosting

Beberapa jenis ghosting dalam dunia profesional meliputi:

1. Business Ghosting
Terjadi ketika klien atau mitra bisnis berhenti berkomunikasi di tengah negosiasi atau proyek.

2. Recruitment Ghosting
Terjadi saat perekrut tidak memberi kabar lanjutan kepada kandidat, atau kandidat menghilang setelah proses wawancara.

3. Freelancer/Client Ghosting
Klien berhenti merespons setelah menerima proposal atau penawaran harga.

Fungsi dan Dampak Ghosting

Secara tidak langsung, ghosting sering digunakan sebagai cara cepat untuk mengakhiri komunikasi. Namun dampaknya cukup signifikan:

  • Menimbulkan ketidakpastian dalam proyek
  • Menghambat perencanaan kerja
  • Merusak reputasi profesional
  • Mengganggu arus kas (bagi freelancer atau vendor)
  • Mengurangi kepercayaan dalam hubungan kerja

Cara Mengatasi Ghosting

Menghadapi ghosting perlu pendekatan profesional:

  • Kirim follow-up dengan nada sopan dan profesional
  • Gunakan saluran komunikasi alternatif (email, telepon, LinkedIn)
  • Berikan tenggat waktu respons yang jelas
  • Dokumentasikan seluruh komunikasi
  • Evaluasi kelayakan kerja sama jika ghosting berulang

Tetap jaga sikap profesional dan hindari reaksi emosional.

FAQ Seputar Ghosting

Q : Apakah ghosting termasuk tindakan tidak profesional?
A : Dalam konteks bisnis, ghosting umumnya dianggap tidak profesional karena mengabaikan komunikasi tanpa penjelasan dapat merugikan pihak lain.

Q : Mengapa klien melakukan ghosting?
A : Bisa karena perubahan anggaran, memilih vendor lain, kehilangan prioritas proyek, atau tidak puas tetapi enggan menyampaikan alasan secara langsung.

Q : Berapa lama sebelum dianggap ghosting?
A : Biasanya jika tidak ada respons sama sekali setelah beberapa kali follow-up dalam jangka waktu wajar (misalnya 1–2 minggu), situasi tersebut dapat dianggap sebagai ghosting.

Q : Bagaimana cara mencegah ghosting dalam bisnis?
A : Gunakan kontrak tertulis, tetapkan timeline jelas, buat sistem follow-up terjadwal, dan lakukan kualifikasi klien sejak awal kerja sama.

Q : Apakah ghosting bisa berdampak pada reputasi?
A : Ya. Dalam jangka panjang, perilaku ghosting dapat merusak kredibilitas dan hubungan profesional.