Frequency Cap

DistribusiPaid Media

Apa Itu Frequency Cap?

Frequency cap adalah batasan jumlah maksimal tayangan iklan yang dapat dilihat oleh satu pengguna dalam periode waktu tertentu. Pengaturan ini umum digunakan dalam platform digital advertising seperti Meta Ads, Google Ads, TikTok Ads, dan programmatic advertising.

Tujuan utama frequency cap adalah mengontrol seberapa sering audiens melihat iklan yang sama agar tidak terjadi overexposure yang dapat menyebabkan kejenuhan (ad fatigue).

Contoh:

  • 3 tayangan per hari per pengguna
  • 5 tayangan per minggu per pengguna
  • 2 tayangan per sesi browsing

Dengan pengaturan ini, brand tetap bisa menjaga visibilitas tanpa membuat audiens merasa terganggu.

Fungsi Frequency Cap

  • Menghindari audiens melihat iklan terlalu sering
  • Mengurangi risiko ad fatigue
  • Menjaga pengalaman pengguna tetap positif
  • Mengoptimalkan distribusi tayangan ke audiens yang lebih luas
  • Membantu kontrol efisiensi budget iklan

Manfaat Frequency Cap

  • Meningkatkan efektivitas campaign karena audiens tidak merasa jenuh
  • Mengurangi kemungkinan iklan diabaikan atau di-skip
  • Membantu menjaga reputasi brand
  • Membuat performa CTR dan engagement lebih stabil
  • Mencegah pemborosan biaya akibat tayangan berulang ke orang yang sama

Dampak Jika Tidak Menggunakan Frequency Cap

Tanpa batasan frekuensi, satu pengguna bisa melihat iklan yang sama berkali-kali dalam waktu singkat. Hal ini berisiko menurunkan performa campaign, meningkatkan biaya per hasil (CPA), serta menimbulkan persepsi negatif terhadap brand.

FAQ Seputar Frequency Cap

Q : Apa yang terjadi jika frequency terlalu tinggi?
A : Jika frekuensi terlalu tinggi, audiens bisa merasa terganggu dan mengalami ad fatigue, yang dapat menurunkan CTR serta konversi.

Q : Berapa frequency cap yang ideal?
A : Tidak ada angka pasti. Umumnya 2–4 kali per hari atau 5–7 kali per minggu tergantung tujuan campaign dan durasi iklan.

Q : Apakah frequency cap tersedia di semua platform iklan?
A : Sebagian besar platform besar seperti Google Ads dan Meta Ads menyediakan fitur ini, meskipun pengaturannya bisa berbeda.

Q : Apakah frequency cap mempengaruhi reach?
A : Ya. Dengan membatasi frekuensi, sistem akan mendistribusikan iklan ke lebih banyak pengguna unik, sehingga potensi reach bisa meningkat.