Employee-Generated Content (EGC)

Employer BrandingContent Strategy

Seiring berkembangnya tren media sosial, muncul berbagai format konten baru yang lebih personal dan autentik. Salah satunya adalah video “A Day in My Life” dari seorang karyawan yang sering muncul di FYP. Konten seperti ini disebut Employee-Generated Content (EGC).

Apa Itu Employee-Generated Content?

Employee-Generated Content (EGC) adalah konten yang dibuat oleh karyawan suatu perusahaan untuk dipublikasikan di media sosial. Konten ini tidak hanya mempromosikan produk atau layanan, tetapi juga menampilkan budaya kerja, nilai perusahaan, dan pengalaman personal karyawan.

Berbeda dari konten resmi brand, EGC terasa lebih natural karena berbasis pengalaman langsung. Hal inilah yang membuatnya lebih relatable dan meningkatkan kredibilitas brand.

Perbedaan EGC dan UGC

EGC sering dianggap sama dengan User-Generated Content (UGC), padahal ada perbedaan utama:

  • EGC dibuat oleh karyawan perusahaan.
  • UGC dibuat oleh pelanggan atau pengguna produk.
  • EGC fokus pada budaya dan pengalaman internal.
  • UGC fokus pada pengalaman penggunaan produk dari sisi konsumen.

Jenis EGC yang Cocok untuk TikTok

Beberapa format EGC yang efektif di TikTok antara lain:

  • Behind-the-Scenes (BTS) aktivitas kantor
  • Testimoni karyawan tentang produk atau lingkungan kerja
  • Konten edukatif atau tips industri
  • Challenge atau tren TikTok bersama tim
  • “A Day in My Life” sebagai karyawan
  • Reaksi karyawan terhadap produk baru

Fungsi EGC bagi Brand

  • Membangun citra perusahaan yang humanis
  • Menampilkan budaya dan nilai perusahaan
  • Mendukung employer branding
  • Memperkuat storytelling brand
  • Meningkatkan transparansi bisnis

Manfaat EGC bagi Brand

  • Meningkatkan kepercayaan audiens
  • Meningkatkan engagement organik
  • Konten terasa lebih autentik
  • Biaya produksi relatif lebih rendah
  • Menarik calon karyawan potensial

Tips Menerapkan EGC agar Efektif

Berikan kebebasan kreatif kepada karyawan agar konten tetap natural dan tidak terlalu scripted. Gunakan format video yang sedang tren di TikTok agar peluang masuk FYP lebih besar. Optimalkan hashtag yang relevan dan ajak audiens untuk berinteraksi melalui pertanyaan atau call-to-action ringan.

Brand juga dapat memberikan apresiasi atau reward untuk mendorong partisipasi karyawan secara konsisten.