Cost Per Engagement

BiayaDigital Marketing

Apa Itu CPE?

CPE (Cost Per Engagement) adalah model pembayaran dalam pemasaran digital di mana pengiklan hanya membayar ketika terjadi interaksi nyata terhadap sebuah konten. Interaksi tersebut bisa berupa like, komentar, share, save, atau bentuk engagement lainnya sesuai kesepakatan kampanye.

Berbeda dengan:

  • CPC (Cost Per Click) : bayar per klik
  • CPM (Cost Per Mille) : bayar per 1.000 tayangan

CPE berfokus pada kualitas keterlibatan, bukan sekadar eksposur atau klik. Model ini sering digunakan dalam kampanye KOL atau influencer marketing karena engagement menjadi indikator utama relevansi dan daya tarik konten.

Fungsi CPE dalam KOL Marketing

  • Mengukur tingkat keterlibatan audiens secara langsung
  • Menilai efektivitas influencer dalam menggerakkan followers
  • Membantu membandingkan performa beberapa KOL dalam satu kampanye
  • Menjadi dasar evaluasi ROI berbasis interaksi nyata

Manfaat Menggunakan Model CPE

  • Lebih efisien secara biaya karena hanya membayar hasil nyata
  • Minim risiko overbudget pada kampanye dengan engagement rendah
  • Mendorong kualitas konten lebih baik dari sisi influencer
  • Membantu validasi relevansi audiens terhadap produk
  • Lebih mudah mengukur performa kampanye berbasis data

Contoh Penerapan CPE

1. Kampanye Fashion di Instagram

Brand fashion bekerja sama dengan influencer dan membayar Rp500 per engagement. Jika postingan mendapatkan 10.000 engagement, maka total biaya yang dibayarkan adalah Rp5.000.000. Model ini memastikan biaya sebanding dengan respons audiens.

2. Beauty Campaign di YouTube

Beauty vlogger membuat tutorial menggunakan produk. Brand membayar berdasarkan jumlah komentar dan like yang diterima video tersebut, bukan hanya jumlah views.

3. Promosi Aplikasi di TikTok

Influencer membuat video demo aplikasi. Pembayaran dihitung dari total like, share, dan komentar yang masuk sebagai bentuk keterlibatan aktif.

FAQ Seputar CPE

Q : Apa perbedaan CPE dan CPM?
A : CPE membayar berdasarkan jumlah engagement, sedangkan CPM membayar berdasarkan jumlah tayangan. CPE lebih fokus pada interaksi aktif.

Q : Apakah CPE cocok untuk semua jenis kampanye?
A : Tidak selalu. CPE lebih cocok untuk kampanye awareness dan engagement, bukan kampanye yang berorientasi langsung pada penjualan.

Q : Engagement apa saja yang termasuk dalam CPE?
A : Tergantung kesepakatan, biasanya meliputi like, komentar, share, save, dan kadang klik atau view tertentu.

Q : Bagaimana cara menghitung CPE?
A : Rumusnya: Total Biaya Kampanye ÷ Total Engagement = Nilai CPE.

Q : Apakah CPE bisa mengukur konversi?
A : Secara langsung tidak. CPE mengukur interaksi, namun engagement yang tinggi sering menjadi indikator awal menuju konversi.