Content Riding the Wave
Apa Itu Content Riding the Wave?
Content riding the wave adalah strategi membuat konten dengan memanfaatkan tren yang sedang viral seperti lagu, format video, challenge, meme, atau topik hangat untuk meningkatkan jangkauan dan distribusi organik secara cepat.
Strategi ini banyak digunakan di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, di mana algoritma cenderung mendorong konten yang relevan dengan tren yang sedang naik daun.
Namun, content riding the wave bukan sekadar ikut-ikutan tren. Strategi ini tetap harus selaras dengan identitas dan pesan brand agar tidak kehilangan arah komunikasi.
Mengapa Strategi Ini Efektif?
Ketika sebuah tren sedang viral, biasanya terjadi:
- Lonjakan pencarian dan interaksi
- Peningkatan distribusi dari algoritma
- Rasa FOMO (fear of missing out) dari audiens
- Konsumsi konten yang lebih cepat dan masif
Dengan masuk ke dalam tren tersebut, brand memiliki peluang lebih besar untuk:
- Mendapatkan exposure tinggi dalam waktu singkat
- Menjangkau audiens baru
- Meningkatkan engagement secara instan
Namun, keberhasilan tetap bergantung pada relevansi dan eksekusi.
Cara Efektif Menerapkan Content Riding the Wave
1. Pilih Tren yang Relevan
Jangan hanya ikut tren karena sedang viral. Pastikan tren tersebut:
- Relevan dengan industri atau niche brand
- Cocok dengan karakter audiens
- Tidak bertentangan dengan nilai brand
Relevansi jauh lebih penting daripada sekadar viralitas.
2. Tambahkan Sudut Pandang Unik
Agar tidak terlihat generik, masukkan:
- Insight edukatif
- Perspektif profesional
- Humor khas brand
- Data atau opini berbeda
Konten yang hanya meniru tanpa diferensiasi akan cepat tenggelam.
3. Eksekusi Cepat
Momentum tren biasanya sangat singkat, bahkan hanya beberapa hari.
- Pantau tren harian
- Siapkan tim yang responsif
- Sederhanakan proses approval konten
Kecepatan sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan.
4. Tetap On-Brand
Meski mengikuti tren, tone dan pesan utama brand harus tetap konsisten. Jangan sampai tren membuat brand kehilangan identitas.
Risiko Content Riding the Wave
Strategi ini memang efektif, tetapi tetap memiliki risiko.
- Tren cepat usang sehingga konten menjadi tidak relevan
- Konten terasa dipaksakan dan tidak natural
- Potensi backlash jika tren bersifat sensitif
- Brand terlihat oportunis jika tidak hati-hati
Selain itu, terlalu sering mengandalkan tren bisa membuat brand kehilangan konten evergreen yang penting untuk jangka panjang.
Kapan Strategi Ini Sebaiknya Digunakan?
Content riding the wave cocok digunakan ketika:
- Brand ingin meningkatkan awareness cepat
- Ada momentum industri yang relevan
- Platform yang digunakan berbasis tren (seperti TikTok)
- Target audiens aktif mengikuti tren digital
Namun, strategi ini sebaiknya dikombinasikan dengan konten evergreen agar performa tetap stabil dalam jangka panjang.
Balance antara Tren dan Konsistensi Brand
Strategi terbaik adalah menjaga keseimbangan antara:
- Relevansi tren
- Konsistensi pesan brand
- Tujuan bisnis jangka panjang
Tren bisa menjadi booster distribusi, tetapi positioning brand tetap harus menjadi fondasi utama.
Kamus lain
Istilah terkait
A
A/B Testing
A/B Testing adalah metode eksperimen yang membandingkan dua versi konten atau elemen versi A sebagai kontrol dan versi B sebagai variasi unt...
BacaA
Affiliate Creatives for Ads (ACA)
Affiliate Creatives for Ads (ACA) adalah fitur di TikTok Shop yang memungkinkan seller menggunakan video milik affiliator sebagai materi ikl...
BacaA
Affiliate Link
Affiliate link adalah tautan unik yang berisi kode pelacakan untuk menghubungkan klik atau transaksi ke affiliator. Melalui link ini, brand ...
Baca