Competitive Analysis

AnalisisKompetitor

Competitive Analysis adalah proses menganalisis pesaing untuk memahami posisi bisnis di pasar, termasuk kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mereka miliki. Analisis ini membantu brand, marketer, maupun pelaku bisnis mengambil keputusan strategis berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar asumsi.

Competitive analysis juga digunakan untuk melihat bagaimana pesaing memasarkan produk, menentukan harga, membangun brand, hingga berinteraksi dengan audiens. Dari sini, bisnis bisa menemukan celah pasar dan peluang diferensiasi.

Kenapa Competitive Analysis Penting?

Secara praktis, competitive analysis berguna untuk:

  • Mengetahui tren pasar dan preferensi pelanggan
  • Menemukan peluang yang belum dimanfaatkan pesaing
  • Menyempurnakan strategi bisnis dan pemasaran
  • Mengantisipasi langkah atau strategi kompetitor

Langkah Umum dalam Competitive Analysis

  • Mengidentifikasi pesaing utama, baik langsung maupun tidak langsung
  • Mengumpulkan data terkait produk, harga, strategi pemasaran, dan channel yang digunakan
  • Melakukan analisis SWOT untuk melihat posisi masing-masing pesaing
  • Membandingkan produk atau layanan berdasarkan kualitas, fitur, dan value
  • Mengevaluasi strategi pemasaran dan komunikasi brand pesaing
  • Menggunakan tools analisis seperti SEMrush, Ahrefs, atau SimilarWeb untuk data pendukung

Contoh Competitive Analysis

Misalnya, sebuah bisnis e-commerce produk kecantikan memiliki dua pesaing utama. Pesaing A unggul dalam layanan pelanggan dan program loyalitas, tetapi menawarkan harga lebih tinggi. Pesaing B lebih agresif di media sosial dan menawarkan harga murah, namun kualitas produknya sering dikeluhkan pelanggan.

Dari analisis ini, bisnis dapat memilih untuk fokus pada kualitas produk dan pengalaman pelanggan sebagai pembeda utama.

Dampak Competitive Analysis bagi Bisnis

  • Strategi bisnis menjadi lebih terarah
  • Risiko salah langkah dapat diminimalkan
  • Brand lebih siap bersaing di pasar
  • Keputusan dibuat berdasarkan data, bukan intuisi semata