ER TikTok Tinggi Belum Tentu Efektif untuk Bisnis: Begini Cara Analisisnya!

ER TikTok Tinggi Belum Tentu Efektif untuk Bisnis: Begini Cara Analisisnya!

Tingginya Engagement Rate (ER) di TikTok seringkali dijadikan indikator utama keberhasilan sebuah konten. Dengan melihat angka likes ribuan atau Engagement Rate (ER) di atas rata-rata industri seringkali dianggap sebagai tanda kesuksesan. Nyatanya engagement rate yang tinggi tidak selalu menjamin efektivitas dalam mencapai tujuan bisnis. Ini terjadi karena disebabkan oleh interaksi palsu, target audiens yang salah, atau kualitas konten yang rendah. 

Oleh karena itu analisis performa yang lebih mendalam sebaiknya menggunakan metrik seperti retention rate, shares, saves, demografi audiens, dan Click-Through Rate pada tautan. Untuk melihat estimasi performa dan TikTok rates secara lebih akurat, kamu bisa mengunjungi https://kolivo.ai/tiktok-rates.

Nah, selanjutnya bagaimana cara melakukan analisis engagement rate yang benar? Yuk simak penjelasannya di bawah ini .

Memahami Batasan Engagement Rate (ER)

Secara teknis, engagement rate TikTok dihitung dengan membagi total interaksi seperti likes, comments, shares, dan saves dengan jumlah tayangan (views). TikTok dikenal memiliki rata-rata ER yang relatif tinggi, bahkan bisa berada di kisaran 3,4% hingga 18%, tergantung metode perhitungannya.

Namun, angka tersebut bisa salah jika :

1. Audiens Tidak Relevan

Konten bisa saja viral, tetapi menjangkau audiens yang tidak sesuai dengan target pasar. Akibatnya, engagement rate TikTok terlihat tinggi, namun tidak berdampak pada penjualan atau brand growth.

2. Komentar Bernada Negatif

Interaksi yang tinggi juga bisa berasal dari sentimen negatif atau perdebatan di kolom komentar. Secara angka, ER meningkat, tetapi secara reputasi justru merugikan brand.

3. Konten Hanya Bersifat Hiburan

Banyak konten menghibur yang mudah mendapatkan like dan share. Sayangnya, jika tidak disertai pesan brand yang kuat, audiens tidak terdorong untuk mengenal produk atau layanan lebih jauh.

Metrik “Real” yang Harus Dipantau

Untuk memastikan strategi pemasaran Anda benar-benar bekerja, Anda perlu masuk ke fitur TikTok Analytics melalui menu Creator Tools dan memperhatikan metrik berikut:

1. Retention Rate dan Completion Rate

Berapa banyak orang yang menonton video Anda sampai habis? retention yang tinggi menunjukkan bahwa konten Anda benar-benar berkualitas dan relevan bagi audiens. Algoritma TikTok sangat memprioritaskan watch time daripada sekadar jumlah likes.

2. Pertumbuhan Profil dan Follower

Konten yang efektif tidak hanya mendapatkan interaksi sesaat, tapi juga mendorong pertumbuhan pengikut (Follower Growth Rate). Jika video Anda viral tapi jumlah pengikut tidak bertambah, besar kemungkinan konten tersebut tidak memberikan nilai jangka panjang bagi audiens.

3. Click-Through Rate (CTR) dan Referral Traffic

Jika tujuan Anda adalah penjualan, pantau berapa banyak orang yang mengklik tautan di bio atau tombol keranjang kuning. Gunakan alat pelacakan eksternal untuk melihat aliran trafik dari TikTok ke website atau marketplace Anda.

4. Analisis Demografi Audiens

Pastikan penonton Anda sesuai dengan target pasar. Jika Anda menjual produk kecantikan untuk wanita di Indonesia, tapi mayoritas penonton adalah pria dari luar negeri, maka strategi konten Anda perlu diperbaiki.

Strategi Analisis untuk Meningkatkan Efektivitas Konten TikTok

Agar engagement rate TikTok benar-benar memberikan dampak bisnis, diperlukan evaluasi yang terstruktur dan berkelanjutan.

1. A/B Testing Konten

Bandingkan dua jenis konten dengan format atau hook yang berbeda. Fokuskan analisis pada completion rate, bukan hanya jumlah interaksi, untuk melihat mana yang paling efektif mempertahankan audiens.

2. Manfaatkan Tools Pihak Ketiga

Selain analitik bawaan TikTok, Anda dapat menggunakan tools tambahan seperti Analisa.io atau TikBuddy untuk melihat tren, performa kompetitor, dan kualitas engagement secara lebih mendalam.

3. Evaluasi ROI/ROAS

Bandingkan biaya produksi dan promosi dengan pendapatan yang dihasilkan. Fokuslah pada pengembalian investasi yang nyata.

Kesimpulan

Memiliki ER yang tinggi memang bagus untuk jangkauan, namun tidak cukup dijadikan satu-satunya indikator keberhasilan. Efektivitas marketing di TikTok diukur dari seberapa relevan audiens yang terlibat dengan brand dan seberapa besar dampaknya pada tujuan bisnis.

Untuk memastikan campaign berjalan berdasarkan data yang akurat mulai dari engagement nyata, relevansi audiens, hingga performa historis influencer brand dapat memanfaatkan platform seperti Kolivo.ai sebagai solusi analisis performa TikTok. Melalui Kolivo, brand dapat melihat estimasi performa dan TikTok rates secara lebih transparan dan terukur.